Raka adalah seorang mahasiswa cerdas, tapi malas. Hari-harinya lebih banyak diisi dengan scroll media sosial dan bermain game online. Suatu hari, saat menjelajahi forum, ia menemukan iklan yang menjanjikan “keseruan instan dan cuan cepat” lewat platform digital yang terlihat sah.

Awalnya, Raka hanya menonton orang lain bermain. Ia heran melihat orang menang besar hanya dalam beberapa menit. Rasa penasaran muncul, dan tanpa pikir panjang, ia membuat akun. Modal pertama hanya 50 ribu rupiah—terlihat aman untuk dicoba.

Sesi pertama mengejutkan. Raka menang. Rasanya seperti dunia digital memberikan hadiah padanya. Ia tertawa sendiri, merasa jenius. Namun, kemenangan itu hanyalah tipuan. Algoritma platform membuatnya percaya bahwa ia bisa mengendalikan permainan, padahal peluang tetap di luar kendalinya.

Hari demi hari, Raka terus bermain. Setiap kemenangan kecil membuatnya ketagihan. Tapi tak lama kemudian, kekalahan datang. Saldo menipis, namun ia tetap bertahan. “Sekali lagi saja,” pikirnya. Ia menambah deposit demi mengejar kemenangan yang dulu pernah ia raih.

Dunia digital yang awalnya menyenangkan mulai terasa menekan. Waktu kuliah terabaikan, tidur tidak teratur, dan hubungannya dengan teman serta keluarga mulai renggang. Setiap notifikasi di ponsel memicu adrenalin, tapi juga rasa cemas yang tak terkendali.

Suatu malam, Raka menatap layar kosong. Saldo habis. Semua kemenangan kecil hilang. Ia menyadari bahwa dunia digital yang menjanjikan kesenangan dan cuan cepat justru menjeratnya. Bukan hanya uang, tapi waktu, energi, dan ketenangannya hilang.

Raka menutup aplikasi itu, mengambil napas panjang, dan berjanji untuk tidak kembali. Ia sadar bahwa dunia digital tidak selalu ramah, dan godaan instan bisa menjadi jebakan.

Kisah Raka menjadi pelajaran penting: sebelum tergoda mencoba, pahami risikonya, dan jangan biarkan kesenangan sesaat menguasai hidupmu.