Raka menatap layar laptop dengan tangan gemetar. Malam itu, saldo akun judi online-nya nyaris habis. Setiap angka yang hilang di layarnya terasa seperti jarum yang menusuk hati. Dulu, setiap kemenangan membuatnya merasa hebat, seolah dunia berada di genggamannya. Kini, setiap kekalahan justru meninggalkan lubang besar dalam dirinya.
Ia menatap foto keluarganya di meja. Senyum istrinya, tawa anaknya—semua itu seakan memanggilnya kembali ke dunia nyata. Tapi godaan terasa terlalu kuat. “Cuma satu kali lagi,” bisiknya pada diri sendiri, namun suara itu terdengar hampa. Malam demi malam, ia terus terperangkap dalam lingkaran tak berujung: deposit, spin, menunggu kemenangan yang jarang datang.
Satu pagi, Raka terbangun dengan rasa hampa yang lebih besar dari sebelumnya. Ia sadar, bukan hanya saldo yang habis, tapi energi, kepercayaan, dan kebahagiaan keluarganya juga mulai menipis. Dengan napas berat, ia mematikan laptopnya, sesuatu yang tak pernah ia lakukan selama berbulan-bulan.
Hari itu, Raka memutuskan untuk mencari bantuan. Ia membaca cerita orang-orang yang pernah terjebak seperti dirinya, belajar strategi mengendalikan dorongan, dan perlahan-lahan membangun kesadaran atas kebiasaan yang merusak. Ia mulai menuliskan pengeluaran, menetapkan batas waktu untuk hiburan, dan menyibukkan diri dengan hobi lama yang sempat ia tinggalkan: berkebun dan membaca buku bersama anaknya.
Prosesnya tidak mudah. Ada saat Raka tergoda untuk kembali, tapi ia ingat wajah anaknya yang menatapnya dengan penuh harap. Perlahan, ia merasakan kebebasan yang lama hilang: tidak lagi diperbudak oleh angka dan layar. Ia belajar bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal uang, tapi tentang meraih kembali kendali atas hidupnya.
Setiap malam, Raka menutup mata dengan perasaan lega. Ia tidak sempurna, tapi ia sadar bahwa pemulihan adalah perjalanan, bukan tujuan instan. Dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia merasa utuh kembali.
