Fajar selalu menganggap dirinya berhati-hati. Namun suatu sore, saat berselancar di media sosial, ia melihat iklan yang begitu menggoda: “Bonus Deposit Pertama 100%! Menangkan Hadiah Besar Sekarang!”. Kata-kata itu seolah memanggilnya.
Awalnya, Fajar hanya ingin tahu. Ia membaca beberapa ulasan dan melihat cuplikan kemenangan para pemain lain. “Hanya coba-coba,” pikirnya. Modal pertama ia siapkan—cukup untuk merasa aman.
Taruhan pertamanya dimulai dengan rasa was-was. Namun, Fajar terkejut saat menang lebih dari yang ia perkirakan. Sensasi itu membuatnya merasa cerdas dan beruntung. Ia terus menatap layar, merasakan adrenalin naik, seolah setiap putaran memberinya sensasi luar biasa.
Promosi demi promosi terus muncul. Bonus deposit, free spin, cashback—semua mengundang Fajar untuk bermain lebih sering. Ia mulai menambah modal, melebihi kemampuan finansialnya. Setiap kemenangan kecil semakin menipu dirinya, membuatnya percaya bahwa keberuntungan selalu berpihak padanya.
Tidak lama kemudian, kekalahan datang bertubi-tubi. Saldo menipis, tapi Fajar tetap bertahan. Ia merasa harus mengejar bonus berikutnya atau “mengembalikan kerugian”. Hari-hari Fajar berubah menjadi siklus antara kemenangan kecil dan kerugian besar. Tidur terganggu, pekerjaan tersita, bahkan hubungan dengan teman dan keluarga mulai renggang.
Suatu malam, Fajar menatap layar kosong. Semua saldo habis, semua bonus sia-sia. Ia menyadari bahwa promosi-promosi itu bukan hadiah, tapi jebakan untuk membuat pemain tetap bermain. Sensasi sesaat membuatnya kehilangan kendali, dan harga yang harus dibayar jauh lebih mahal daripada yang ia bayangkan.
Fajar menutup aplikasi itu dan menarik napas panjang. Ia tahu, promosi yang menggoda hanyalah umpan digital. Sebagai pelajaran bagi pemula: jangan tergiur iming-iming instan, pahami risikonya, dan jangan biarkan godaan sesaat merusak hidupmu.
