PART 19 | Klik Pertama, Dunia Baru Terbuka

PART 19 | Klik Pertama, Dunia Baru Terbuka

Raka duduk di kamar sempitnya, cahaya layar laptop menyinari wajahnya yang pucat. Malam itu, sepi terasa begitu menyesakkan. Ia menelusuri forum-forum online, membaca kisah orang-orang yang katanya “beruntung” dengan bermain judi online. Awalnya hanya rasa penasaran. Satu klik, katanya, tak ada yang salah. Satu klik untuk mencoba, katanya, bisa membuka dunia baru. Awal dari Dunia …

PART 18 | Pembelajaran dan Kesadaran

PART 18 | Pembelajaran dan Kesadaran

CERITA FIKSI Lampu ponsel itu kembali menyala di tengah malam.Bukan pesan dari keluarga, bukan pula kabar pekerjaan. Hanya notifikasi kemenangan kecil dari aplikasi judi online yang sudah berbulan-bulan menempel di layar Ardi. Awalnya, semua terasa ringan. Ardi mengenal judi online dari obrolan teman kantor. Katanya, “cuma iseng, modal receh, siapa tahu hoki.” Kalimat sederhana itu …

PART 15 | Kehilangan yang Mengejutkan

Kehilangan yang Mengejutkan

Awal yang Menggiurkan Rizal selalu percaya bahwa keberuntungan ada pada orang yang berani. Awalnya, ia hanya mencoba-coba permainan slot online. Satu dua putaran, saldo kecil, beberapa kemenangan kecil—cukup untuk membuatnya tersenyum di malam sepi. “Ah, cuma coba-coba,” pikirnya sambil menyeruput kopi di meja kerja yang berantakan. Lampu kamar yang redup dan layar ponsel yang menyala …

PART 13 | Ketidakpastian Hasil

Ketidakpastian Hasil

Lampu kamar Raka temaram. Jam dinding sudah melewati pukul dua pagi, namun matanya masih terpaku pada layar ponsel. Angka-angka bergerak cepat, warna-warni berkilat seolah menjanjikan sesuatu yang tak pernah benar-benar bisa ia genggam. Setiap ketukan jari terasa seperti keputusan besar—atau setidaknya begitu yang ia yakini. Raka selalu bilang pada dirinya sendiri, “Sekali lagi saja.” Kalimat …

PART4 | Tawaran yang Terlalu Manis untuk Ditolak

PART4 | Tawaran yang Terlalu Manis untuk Ditolak

Cerita Fiksi Arga hampir berhasil bertahan. Sudah dua hari ia tidak membuka aplikasi itu. Ponselnya lebih sering tergeletak di meja, layar menghadap ke bawah, seolah dengan begitu godaan bisa ikut terkubur. Meski pikirannya belum sepenuhnya tenang, setidaknya ada jarak—jarak yang ia butuhkan untuk bernapas. Sampai notifikasi itu muncul. Layar ponselnya menyala sendiri, memecah kesunyian kamar. …