Cerita Fiksi
Malam itu hujan turun pelan, membasahi jalanan kota yang lengang. Arga duduk sendirian di kamar kosnya yang sempit, hanya ditemani lampu meja redup dan ponsel di tangannya. Hari itu terasa biasa saja—bahkan cenderung membosankan. Gaji bulanan baru saja masuk, tapi sebagian besar sudah terpotong untuk kebutuhan hidup.
Tidak ada yang istimewa, sampai sebuah iklan kecil muncul di layar ponselnya.
“Coba sekarang. Deposit kecil, sensasi besar.”
Arga menghela napas. Ia tidak pernah menganggap judi online sebagai sesuatu yang serius. Baginya, itu hanya hiburan orang lain—sesuatu yang sering ia lihat di media sosial atau obrolan tongkrongan. Namun malam itu, rasa penasaran datang tanpa diundang.
“Sekali saja,” gumamnya pelan. “Sekadar coba.”
Awal dari Rasa Penasaran
Ia mendaftar dan mengisi saldo dengan nominal kecil—uang yang menurutnya tidak akan berdampak apa-apa jika hilang. Jarinya sedikit gemetar saat memilih permainan slot yang penuh warna. Musik latar terdengar ceria, kontras dengan suasana kamarnya yang sunyi.
Spin pertama dimulai.
Layar berputar cepat. Simbol-simbol bergerak acak. Arga nyaris tidak berharap apa-apa. Namun tiba-tiba, layar berhenti. Angka kemenangan muncul—tidak besar, tapi cukup untuk membuat matanya membelalak.
“Menang?”
Senyum refleks muncul di wajahnya. Dadanya terasa hangat. Ada rasa senang yang aneh—bukan semata karena uangnya, tapi karena sensasi berhasil. Otaknya seakan berbisik:
ternyata gampang.
Kemenangan Kecil, Keyakinan Besar
Ia tertawa kecil. “Lumayan,” katanya pada dirinya sendiri. Kemenangan itu tidak mengubah kondisi keuangannya, tetapi mengubah cara pandangnya. Ada perasaan percaya diri yang tumbuh, seolah keberuntungan sedang berpihak.
Tanpa sadar, ia menekan tombol spin lagi.
Kali ini tidak menang. Spin berikutnya juga sama. Namun rasa kecewa itu tertutup oleh ingatan akan kemenangan pertama.
Tadi saja bisa menang, masa sekarang tidak?
Arga menambah sedikit taruhan, mencoba apa yang ia sebut sebagai “strategi”—padahal sebenarnya hanya tebakan yang dibungkus harapan.
Saat Hiburan Mulai Berubah
Jam terus berjalan. Hujan di luar sudah berhenti, tapi Arga masih terpaku pada layar ponselnya. Kemenangan kecil di awal malam itu menjadi alasan untuk terus mencoba.
Ia tidak menyadari kapan rasa penasaran berubah menjadi dorongan, dan kapan hiburan berubah menjadi kebiasaan.
Saat saldo mulai menipis, Arga akhirnya berhenti. Ia menatap layar kosong, lalu meletakkan ponsel di meja. Ada rasa campur aduk di dadanya—antara puas karena pernah menang, dan gelisah karena uangnya berkurang.
Spin yang Tak Terlupakan
Malam itu, Arga berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Ia sadar, spin pertama tadi bukan sekadar permainan.
Itu adalah pintu.
Pintu menuju sensasi baru, harapan instan, dan risiko yang belum sepenuhnya ia pahami.
Ia menutup mata, berjanji pada dirinya sendiri bahwa itu hanya percobaan. Namun jauh di dalam pikirannya, suara kecil itu masih ada.
Besok bisa coba lagi.
Siapa tahu lebih besar.
Spin pertama itu tidak membuatnya kaya. Tidak juga langsung menghancurkan hidupnya. Namun sejak malam itu, Arga tahu satu hal: hidupnya tidak lagi sama.
Karena terkadang, perubahan terbesar dimulai dari keputusan paling kecil—
satu sentuhan layar, satu putaran, satu kemenangan kecil yang terasa begitu berarti.
