Raka duduk di kamar sempitnya, cahaya layar laptop menyinari wajahnya yang pucat. Malam itu, sepi terasa begitu menyesakkan. Ia menelusuri forum-forum online, membaca kisah orang-orang yang katanya “beruntung” dengan bermain judi online. Awalnya hanya rasa penasaran. Satu klik, katanya, tak ada yang salah. Satu klik untuk mencoba, katanya, bisa membuka dunia baru.

Awal dari Dunia Baru

Dengan jantung berdebar, Raka memasukkan data dirinya, membuat akun, dan menekan tombol “Daftar Sekarang”. Sebuah dunia baru memang terbuka—penuh warna, animasi gemerlap, dan suara kemenangan yang menggema di telinganya. Mata Raka berbinar. Ia merasa seperti masuk ke kasino terbesar yang pernah ada, namun semuanya ada di depan layar laptopnya.

Permainan pertama yang ia coba adalah slot online. Awalnya, hanya modal Rp10 ribu. “Cuma coba-coba,” gumamnya sambil menekan tombol spin. Layar berputar, simbol-simbol berkelip cepat, dan tiba-tiba… jackpot! Koin-koin digital berjatuhan di layar. Raka terkejut. Senyum tak lepas dari wajahnya. Ia merasa seperti pahlawan di dunia baru ini—seorang raja kecil yang menemukan tambang emas di ujung jari.

Tenggelam dalam Dunia Virtual

Hari demi hari, Raka semakin tenggelam. Ia mencoba poker online, taruhan bola, hingga tembak ikan online. Setiap kemenangan memberinya euforia, setiap kekalahan memberinya dorongan untuk terus mencoba. Ia merasa hidupnya berubah. Teman-teman, keluarga, bahkan rutinitas sehari-hari terasa seperti bayangan. Yang nyata hanyalah layar itu dan dunia yang dibukanya dengan satu klik.

Namun, seperti semua dunia baru, ada harga yang tersembunyi. Kekalahan mulai datang, satu demi satu, meski awalnya tampak ringan. Raka mencoba mengimbanginya, menambah modal, berharap keberuntungan kembali berpihak. Tapi dunia baru ini tak pernah ramah untuk mereka yang terlalu percaya diri. Ia mulai mengabaikan pesan dari teman, telepon dari keluarga, dan bahkan tagihan yang menumpuk.

Kebenaran di Balik Gemerlap

Suatu malam, Raka menatap layar kosong. Semua kemenangan seolah sirna, digantikan angka merah yang menakutkan. Panik, ia mencoba klik lagi, berharap dunia baru ini bisa menyelamatkannya. Tapi klik demi klik justru menenggelamkannya lebih dalam. Ia menyadari bahwa dunia yang dulu terlihat gemerlap itu bukanlah dunia kemenangan tanpa batas—melainkan perangkap yang menghisap waktu, energi, dan bahkan harga dirinya.

Dalam keheningan malam itu, Raka menutup laptopnya. Dunia baru itu masih ada, menunggu klik berikutnya dari orang lain. Tapi untuk pertama kalinya, Raka melihat dunia nyata—bayangan teman, telepon orang tua, bahkan bunyi hujan di luar jendela—sebagai sesuatu yang lebih berharga daripada lampu-lampu virtual yang menipu.

Pelajaran dari Satu Klik

Satu klik memang membuka dunia baru, pikirnya. Tapi dunia yang benar-benar layak dijelajahi bukanlah yang ada di layar, melainkan yang ada di sekelilingnya.