Jalan Keluar yang Terselip

Riko menatap layar ponselnya dengan mata yang sudah lelah, tangan gemetar menahan rasa cemas. Malam itu, kamar kosnya sunyi, hanya terdengar detak kipas angin yang monoton. Saldo di akun permainan online tinggal sedikit, tapi rasa ingin menang membuatnya terus memasang taruhan.

Awalnya, semua terasa mudah. Uang masuk cepat, kemenangan kecil membuatnya percaya diri. Namun, lama kelamaan, kegembiraan itu berubah menjadi tekanan. Ia mulai meminjam dari teman, dari aplikasi pinjaman online, bahkan dari kartu kreditnya. Setiap kali kalah, ada desakan untuk “memenangkan kembali” apa yang hilang. Sebuah lingkaran yang tak berujung.

Suatu malam, Riko menerima pesan dari seorang pemain yang dikenal di forum online. “Kalau ingin jalan keluar, jangan tunggu saldo habis, tapi pikirkan langkah berikutnya,” bunyi pesan itu. Riko menatapnya panjang. Pesan itu sederhana, tapi entah kenapa terasa menohok. Selama ini ia hanya fokus pada angka di layar, lupa dengan hidup nyata di luar ponsel.

Keesokan harinya, Riko memutuskan untuk berjalan-jalan. Ia menatap orang-orang di kafe, mendengar tawa anak muda yang belajar sambil minum kopi, melihat seorang bapak tua menepuk pundak cucunya dengan lembut. Dunia nyata terasa begitu hangat dan penuh warna dibandingkan layar dingin di genggamannya.

Jalan Keluar yang Terselip

Ia kembali ke kamar kos, menutup aplikasi judi online, dan mulai membuat daftar pengeluaran serta cara membayar utang-utang kecilnya. Perlahan, Riko menemukan “jalan keluar yang terselip” selama ini: bukan kemenangan instan, tapi langkah kecil yang konsisten. Ia menulis target harian, menabung sedikit demi sedikit, bahkan mencari pekerjaan tambahan untuk menutup lubang yang telah dibuatnya.

Beberapa minggu kemudian, Riko duduk lagi di depan komputer, tapi kali ini bukan untuk taruhan. Ia membuka kursus online tentang desain grafis. Ada rasa lega dan bangga yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Jalan keluar itu sederhana, tapi selama ini terselip di antara deretan angka dan layar ponsel yang menipu.

Riko tersenyum. Dunia nyata tidak menjanjikan kemenangan instan, tapi menawarkan sesuatu yang lebih berharga: kendali atas hidupnya sendiri.