Dalam Lingkaran Kecanduan
Awalnya semua terasa biasa saja. Hanya mencoba, hanya mengisi waktu luang. Sebuah iklan judi online muncul di layar ponsel, menawarkan hiburan dan peluang menang cepat. Tanpa banyak pikir, ia menekan dan mulai bermain. Dalam pikirannya, ini tidak akan menjadi masalah.
Namun kenyataannya berbeda.
Kemenangan kecil di awal memberi rasa senang yang sulit dijelaskan. Ada sensasi puas, ada harapan bahwa keberuntungan sedang berpihak. Sejak saat itu, ia mulai sering membuka aplikasi tersebut. Bukan lagi sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi kebiasaan.
Perlahan, ia sulit berhenti.
Setiap kekalahan terasa menyebalkan dan memicu keinginan untuk membalas. Ia terus berkata pada diri sendiri, “Satu kali lagi.” Kalimat sederhana itu diulang berkali-kali, bahkan ketika saldo semakin menipis. Waktu berlalu tanpa terasa, malam berganti pagi, dan pikirannya terus dipenuhi angka serta kemungkinan menang.
Efek psikologis mulai terasa jelas. Ia menjadi mudah gelisah dan sulit tidur. Di siang hari, konsentrasinya terganggu. Emosi pun tidak stabil—hal kecil bisa memicu amarah, sementara rasa senang semakin jarang muncul. Ada perasaan bersalah setiap kali kalah, tetapi anehnya rasa itu justru mendorongnya untuk terus bermain.
Ia mulai berbohong, pertama pada orang lain, lalu pada dirinya sendiri. Senyum yang ditunjukkan ke keluarga hanyalah topeng. Di baliknya, ada kecemasan yang terus tumbuh. Ia takut berhenti, karena berhenti berarti harus menghadapi kenyataan yang selama ini ia hindari.
Judi online kini bukan lagi permainan. Ia telah berubah menjadi lingkaran kecanduan yang sulit dilepaskan. Setiap putaran bukan hanya menghabiskan uang, tetapi juga menguras pikiran dan ketenangan batin.
Suatu malam, setelah kekalahan yang terasa lebih berat dari biasanya, ia menatap layar ponsel dalam diam. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa yang paling banyak hilang bukanlah uang, melainkan kendali atas dirinya sendiri.
Di titik itu, ia berada di persimpangan. Lingkaran kecanduan masih ada, menunggu keputusan berikutnya: terus terjebak di dalamnya, atau mulai mencari jalan untuk keluar.
